Kesiapan Kerja Dibangun dari Keterampilan dan Pengelolaan Diri
Di tengah persaingan kerja yang semakin ketat, memiliki kemampuan sesuai bidang keahlian saja belum tentu membuat seseorang siap memasuki dunia kerja. Banyak lulusan yang sebenarnya memiliki keterampilan yang baik, tetapi masih merasa ragu menghadapi proses rekrutmen atau kurang percaya diri ketika dihadapkan pada tantangan di lingkungan kerja. Hal ini menunjukkan bahwa kesiapan kerja tidak hanya dibentuk oleh kemampuan teknis, tetapi juga dipengaruhi oleh kesiapan psikologis dalam menghadapi berbagai situasi.
Kesiapan tersebut berawal dari kemampuan seseorang dalam mengelola dirinya sendiri. Ketika siswa mampu mengatur tujuan belajar, mengendalikan emosi, dan tetap konsisten mengembangkan kemampuan, mereka akan lebih mudah mengenali kelebihan maupun kekurangan yang dimiliki. Proses mengenali diri inilah yang membuat siswa semakin memahami potensi yang bisa dikembangkan, sehingga perlahan tumbuh keyakinan bahwa mereka mampu menghadapi tantangan dan menyelesaikan berbagai tuntutan pekerjaan.
Keyakinan terhadap kemampuan diri
kemudian mendorong siswa untuk lebih berani mencoba pengalaman baru, aktif
meningkatkan keterampilan kerja, serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi
kesulitan. Di sisi lain, keterampilan seperti komunikasi, kerja sama tim,
kemampuan memecahkan masalah, dan beradaptasi dengan perubahan menjadi bekal
penting yang memperkuat kesiapan mereka memasuki dunia kerja. Ketika kemampuan
mengelola diri berjalan seiring dengan keterampilan kerja, siswa akan memiliki
kesiapan yang lebih matang untuk menghadapi tuntutan dunia profesional.
Karena itu, membangun kesiapan kerja tidak cukup hanya melalui pembelajaran di kelas. Sekolah juga perlu memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan mengelola diri, melakukan refleksi, dan membangun kepercayaan terhadap kemampuan yang dimiliki. Dengan bekal tersebut, lulusan tidak hanya siap mencari pekerjaan, tetapi juga lebih siap beradaptasi dan berkembang di dunia kerja yang terus berubah.
Referensi:
Abdillah, M. H., Tentama, F.,
Widiana, H. S., & Zurqoni. (2023). Self-regulation, self-evaluation, and
self-efficacy: How does its impact on employability? International Journal of
Evaluation and Research in Education, 12(3), 1165–1173.
Saulatu, R. H., Kempa, R., &
Lekatompessy, J. E. (2025). Pengaruh Employability Skills dan Self-Efficacy
terhadap Kesiapan Kerja Siswa SMK Negeri 3 Ambon. Jurnal Ilmiah Ilmu
Pendidikan, 8(6), 5696–5705.
Akun Google